Channel Jambi

Rabu, 24 April 2013

Selayang pandang Kabupaten Muaro Jambi

Kabupaten Muaro Jambi dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 54 Tahun 1999 sebagai pemekaran dari Kabupaten Batang Hari dan secara defacto kegiatan pemerintahan efektif berjalan terhitung tanggal 12 Oktober 1999 bersamaan dengan pelantikan pejabat Bupati sementara menjelang ditetapkannya pejabat Bupati Defenitif, dengan pusat pemerintahan berada di "Sengeti" Kecamatan Sekernan berjarak 38 KM dari Kota Jambi. Wilayah Kabupaten Muaro Jambi meliputi eks wilayah administrasi pembantu Bupati batang Hari Wilayah Timur, yang meluputi enam Kecamatan, dan sampai sekarang berkembang menjadi sebelas Kecamatan yaitu : Kecamatan Sekernan Kecamatan Maro Sebo Kecamatan Jaluko Kecamatan Kumpeh Kecamatan Kumpeh Ulu Kecamatan Mestong Kecamatan Sungai Bahar Kecamatan Sungai Gelam Kecamatan Bahar Utara Kecamatan Bahar Selatan Kecamatan Taman Rajo dengan luas wilayah 5.246 KM Secara Geografis Wilayah Kabupaten Muaro Jambi berada pada posisi strategis karena disamping merupakan hiferland kota Jambi, juga merupakan center point pertemuan lintas timur dan penghubung lintas barat Sumatera, posisi ini sangat menguntungkan secara ekonomis karena akan memacu pertumbuhan perekonomian daerah.(ChannelJambi)

Candi Gedong 1 dan 2

Candi Gedong I Candi ini tidak diketahui tahun pembangunannya, tapi dilihat dari hiasan pada candi ini mempunyai kemiripan dengan bangunan-bangunan Hindu-Budha abad 15- 16 M di Jawa Timur sedangkan di lihat dari beberapa temuan berupa pecahan keramik cina bisa di indentifikasi bahwasanya ada keramik Sung (abad 10-13 M), Yuan (abad 15-16 M), Ming (abad 14-17 M), dan Ching (abad 17-20 M). Kompleks candi ini terdiri di halaman seluas 5.525 m, terdiri dari dua bangunan yaitu induk dan sebuah gapura yang berada di timur. Pagar yang mengelilingi kompleks candi ini berukuran 65 m x 85 m, sedang bangunan induk berdenah bujursangkar berukuran 14,5 mx 14,5 m, sedangkan tangga naik sebelah timur. Letak bangunan induk tepat berada ditengah halaman, melainkan agak bergeser kebelakang mendekati pagar sisi barat. Pada tangga naik di sisi timur terdapat hiasan berbentuk palang (+). Di lokasi ini ditemukan 6 buah umpak (alas tiang bangunan) dari batu, pecahan arca batu berbentuk kepala Budha, sejumlah bata bergambar dan bata bertulis, pecahan genteng. Selain itu juga ditemukan pecahan keramik cina dari dinasti Sung, Yuan, Ming dan Ching selain itu keramik Eropa dan pecahan-pecahan kaca kuno dari timur tengah dan India. Candi ini dibatasi oleh kebun kecuali bagian barat terdapat Candi Gedong II. Di bagian selatan terdapat menapo Gedong, sedangkan di utara terdapat 3 menapo yaitu Menapo Tahtulyaman, Menapo Pandir dan Menapo Capung. Candi Gedong II Kompleks candi ini memiliki luas berukuran 75 m x 67,5 m. di halaman tersebut berdiri bangunan Induk berukuran 9 mx 9 m dan 2 candi perwara. Candi perwara I yang terletak di sebelah timur candi induk berukuran 8 x 8 m dengan penampil di barat dan timur, candi perwara II yang terletak di sebelah selatan candi induk berukuran 5 x 5 meter dengan penampil di utara. Gapura Candi Geding II merupakan gapura candi yang kondisi pemugarannya berhasil direkontruksi berbentuk segi 20 dengan ukuran 10 x 10 meter hingga mencapai ketinggian 5,2 meter. Dari lokasi ini ditemukan arca gajah yang di atas punggunya dinaiki singa (Arca Gadjahsingha), dan Arca Dwarapala berukuran tinggi 1,4 meter. Arca Dwarapala ini dalam posisi berdiri dengan sikap kaki agak ditekuk sedikit/siaga. Tangan kanan memegang senjata gada dan tangan kiri memegang tameng. Tidak nampak mengenakan pakainan, hanya kain penutup bawah yang ditekuk terlihat tersenyum, walau dihiasi dengan kumis dan taring yang disamarkan. Model rambut diikat seperti bentuk sanggul. Kedua arca ini terbuat dari batu pasiran dan sekarang tersimpan di gedung koleksi Percandian Muara Jambi. Selain kedua arca tersebut ditemukan pula cukup banyak mata uang keping, sebuah perhiasan untuk pecahan kalung dan beberapa buah wadah keramik. Pada saat pembongkaran Perwara II yang terletak di sisi selatan candi induk di bagian pipih di temukan susunan bata bergambar padma di 8 penjuru mata angin. Pada ke-8 bata bergambar padma tersebut di bagian bawahnya ditemukan kepingan emas tanpa tulisan dan beberapa batu permata yang tidak digosok berukuran kecil. Di dalam Kompleks Candi Gedong II yang telah mengalami pemugaran pada Candi Induk, kedua candi perwara, gapura dan pagar keliling. Candi Gedong II dibatasi oleh Menapo Pandir, Tahtulyaman dan Capung di sisi utara, sisi bagian timur terdapat Candi Gedong I, sisi selatan oleh Menapo Gedong, dan sisi barat oleh Menapo Parit Duku.(ChannelJambi)

Kamis, 13 September 2012

Wake up From the pretences...ALL-Freaks

Wake up From the pretences...ALL-Freaks

Wisatawan lokal kunjungi candi Muaro Jambi

Luas situs Candi Muaro Jambi sebesar 12 kilometer persegi, merupakan kawasan ibadat Budha pada zaman kerajaan Sriwijaya. Situs Percandian Muaro Jambi terletak di Desa Muaro Jambi, Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muara Jambi. Jaraknya dari ibukota provinsi Jambi sekitar 40 kilometer. Kompleks ini tak jauh dari daerah aliran sungai Batanghari. Untuk sampai ke sana, bisa menempuh jalur darat atau pakai kapal cepat lewat sungai. Pertama kali ditemukan oleh tentara Inggris bernama SC Crooke pada 1820, ketika ditugasi memetakan Sungai Batanghari. Candi Muaro Jambi memilih 80-an candi, sembilan candi besar. Ada sembilan candi yang besar : Candi Kotomahligai, Candi Kedaton,candi Gedong satu dan Gedong dua, Candi Gumpung, Candi Tinggi, Telago Rajo, Candi Kembar Batu dan Candi Astano. Candi Gedong Satu terhitung unik di kompleks candi Muaro Jambi. Tak diketahui secara pasti kapan candi ini dibangun. Luas halamannya sekitar 500an meter persegi, terdiri dari bangunan induk dan gapura. Bentuknya sangat berbeda dengan candi umumnya di Pulau Jawa. Candi tak dibuat dari batu alam, tapi dari batu bata. Pada tiap bata merah, terdapat pahatan relief. Sebagian dari bata ini ada yang disimpan di museum. (CHANNEL JAMBI)

Sektor Pertambangan (Profil Investasi Kab. Bungo)

(PERTAMBANGAN) Kabupaten bungo memiliki potensi sumber daya alam yang cukup melimpah diantaranya batu bara bahan tambang batu bara dikabupaten bungo memiliki kualitas cukup baik dengan kandungan 5.000-7.300 kalori,yang tersebar di beberapa daerah dikabupaten bungo ini antara lain adalah RANTAU PANDAN dengan cadangan 330,02 juta ton nilai kalorinya mencapai 6.800-7.300 kalori PELEPAT dengan cadangan 419,75 juta ton,nilai kalorinya mencapai 5.200-6.500 kalori JUJUHAN dengan cadangan 413,55 juta ton,nilai kalorinya mencapai 5.700-6.500 kalori LIMBUR LUBUK MENGKUANG dengan cadangan 158 juta ton,kalorinya mencapai 5.700-6.500 kalori dan yang terakhir adalah TANAH TUMBUH dengan cadangan 164 juta ton,kalorinya mencapai 6.800-7.300 kalori saat ini bahan tambang batubara tersebut sudah diusahakan oleh beberapa perusahaan, selain itu masih ada perusahaan lainnya yang tengah dalam proses perizinan. Adapun peluang investasi yang masih terbuka pertambangan batubara meliputi pengaliaan dan pemasaran batubara yang masih belum diusahakan dan pembangunan industri yang mengunakan bahan baku batubara Channel Jambi

Sektor Usaha Kecil Menengah.(Profil Investasi Kab.Bungo)

SEKTOR INDUSTRI Kemajuan UKM disuatu daerah tidak terlepas dari peran Pemerintah dan dinas perindagkop. jenis industri kecil atau kerajinan yang ada di Kabupaten Bungo adalah kerajinan songket,bordir, tembikar dan pisang sale. sedangkan industri yang tergolong besar dan sedang yang ada di Kabupaten Bungo adalah air minum kemasan, pabrik pengolahan karet,pabrik pengolahan sawit Jumlah perusahaan industri kabupaten bungo kurang lebih sebanyak 883 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 4.314 orang. UKM juga ikut berkembang seiring perekonomian Kabupaten Bungo mampu menghasilakan dan mempunyai nilai ekonomisyang lumayan besar. Beberapa produk bahkan mampu menjadi ikon Kabupaten Bungo ditingkat Provinsi maupun ditingkat Nasional. Kearifan lokal mampu menciptakan aktifitas yang tinggi dengan berbahan baku disekitar lingkungan, para pelaku ukm mampu menciptakan produk dengan nilai jual yang tinggi. mari kita pakai produk dalam negri kita sendiri Channel Jmabi

Tanah Air Ku Yang...!!

Tanah air ku yang... Gersang Tandus Miskin Kelaparan Korupsi Selama beberapa bulan ini saya selalu pulang pergi jakarta rangkas bitung dan singgah dikampung situhiang desa ciuyah kecamatan sajira kabupaten lebak ini.saya melihat betapa indonesia itu miskin...ketika didalam kereta api ekonomi jurusan tanah abang rangkas bitung..masih banyak orang yang bergelantungan di dalam kereta api,para pengemis,pengamen,serta para pedagang yang berjuang Didalam gerbong kehidupan . setelah sampai distasiun rangkas bitung Kurang lebih 15 menit atau 20 km saya naik mobil jurusan penyandungan, sampai dikampung situhiang saya melihat betapa kampung ini sunguh gersang dan tandus semenjak musim kemarau melanda negri ini,masyarakat kampung ini hanya petani,para pemudanya pun jarang ada yang mendapat pendidikan,kenapa ya masih banyak kampung dan desa yang tertingal di negri yang makmur ini katanya...tetapi para koruptor tumbuh subur...marilah kita bantu dan perhatikan masyarakat yang ada dikampun atau disekeliling kita....untuk menjadikan indonesia yang jaya...